Partner Sejati Untuk Kartu Bersahabat www.ArtisQQ.com | STATUS BANK : BCA - ONLINE | MANDIRI - ONLINE | BNI - ONLINE| BRI - ONLINE | DANAMON - ONLINE

Awas, Jangan Pernah Mengambil Struk di ATM! Dampaknya Ternyata Mengerikan!


http://www.artisqq.com

ArtisQQ, Dilansir dari Dailymail, sebuah penelitian menyatakan jika ternyata struk yang sering kita terima ketika mengambil uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) mengandung racun yang berbahaya.

Penelitian menemukan bahwa orang yang memegang struk yang dicetak di atas kertas thermal secara terus-menerus selama dua jam, tampa menggunakan sarung tangan, berpotensi mengalami peningkatan konsentrasi Bisphenol A (BPA) pada urine.
Sementara itu, mereka yang memakai sarung tangan saat memegang kertas struk tidak mengalami kenaikan yang signifikan.
BPA sendiri merupakan bahan pembuatan plastik bening yang dipakai untuk membuat botol bayi dan lapisan makanan kaleng.

BPA inilah yang juga digunakan sebagai bahan pembuat kertas pada struk ATM, supermarket, dan pom bensin.

Paparan BPA ini ternyata bisa berakibat buruk pada kesehatan kita.
BPA diketahui dapat mempengaruhi fungsi reproduksi pada orang dewasa dan perkembangan otak pada anak-anak.
Menurut sebuah jurnal yang diterbitkan oleh JAMA, struk yang sering kita terima di ATM ini sangat sensitif terhadap panas.
Akibatnya racun yang terdapat pada struk tersebut dapat dengan mudah berpindah ke kulit sesaat setelah kita mengambil struk.

Dokter Shelley Ehrlich, dari dari Pusat Kedokteran Rumah Sakit Anak Cincinnati di Amerika Serikat beserta rekan-rekannya, telah meneliti efek racun dari kertas struk pada tingkat BPA di urine kita.
Shelley dan timnya merekrut 24 relawan yang memberikan sampel urine mereka sebelum dan sesudah memegang kertas struk, dengan atau tanpa sarung tangan.
Struk tersebut dicetak di atas kertas thermal dan dipegang terus-menerus selama dua jam.

Hasilnya pun sangat mengejutkan.
Pada awal percobaan, sampel urine terdeteksi hanya mengandung BPA pada tingkat 83 persen.

Angka tersebut meningkat tajam menjadi 100 persen setelah para relawan diminta untuk memegang kertas struk terus menerus selama dua jam tanpa sarung tangan.


Temuan ini tentu menjadi hal yang harus diperhatikan terutama bagi orang-orang yang harus terus bekerja dengan kertas-kertas struk tersebut, petugas kasir misalnya.

Petugas kasir di supermarket atau pom bensin harus terus berinteraksi dengan kertas beracun tersebut selama 40 jam atau lebih setiap minggunya.
Untuk itu Shelley berjanji akan terus melakukan penelitian ini, demi bisa mengetahui apa yang harus dilakukan oleh orang-orang tersebut. 


Waspada, Pelaku Kejahatan Kini Bisa Gandakan Kartu ATM

Di era perkembangan teknologi sekarang ini, ada banyak pelaku kejahatan yang terus memanfaatkan peluang termasuk memanipulasi data di kartu ATM atau kartu kredit.
Modus ini terbongkar saat Subdit Resmob meringkus seorang perempuan berinisial RU alias A (31) pada 26 Maret 2016 lalu.
RU membobol rekening nasabah sejumlah bank dengan cara memindai data, lalu membuat kartu ATM duplikasi.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti, mengatakan, RU diringkus polisi bersama komplotannya.

Krishna menjelaskan, kejahatan yang dilakukan RU dilakukan dengan cara menduplikasi data rekening korbannya.
Simak bagaimana kronologi kejahatan melalui ATM dan berhati-hati saat bertransaksi.
Pelaku mengambil data rekening nasabah agar dapat menggunakan kartunya.

Data rekening nasabah didapat dengan 2 cara.
Pertama, bisa melalui orang di dalam bank. 
Kedua, bisa juga dengan cara memasang "alat pembaca data kartu", baik untuk kartu ATM maupun kartu kredit.

Alat pembaca data ini disimpan di alat Electronic Data Chapter (EDC) yakni alat yang dipakai saat seseorang bertransaksi memakai kartu ATM atau kartu kredit.
"Jadi memang biasanya pelaku bekerjasama dengan orang dalam," kata Krishna.

Melalui alat pembaca data itu, nanti data berupa nomor kartu, rekening, dan PIN kartu ATM atau kartu kredit bisa terbaca.
Selanjutnya, RU hanya perlu membeli bahan kartu untuk membuat kartu kredit atau kartu ATM.
Kemudian memasukkan seluruh datanya ke kartu duplikat itu.

Krishna mengatakan bahwa kartu untuk membuat itu termasuk mudah didapatkan.
Sehingga, sebaiknya kita lebih berhati-hati saat bertransaksi. Hindari membayar debit menggunakan kartu ATM di lokas-lokasi yang kurang meyakinkan.


http://www.artisqq.com
www.artisqq.com Agent Judi Online Terbaik dan Terbesar Di Asia
AGENT JUDI TERBESAR DAN AGEN POKER TERPERCAYA 
1 ID 6 GAMES
Poker | Adu Q | Domino QQ | Bandar Poker | BandarQ | Capsa Susun 

TRAGIS Disuruh Belajar Hingga Berprestasi, 'Anak Emas' Ini Justru Bunuh Orang Tua Sendiri Karena Stress


http://www.artisqq.com
Jennifer ~ ArtisQQ.com
Orang tua siapa yang tidak bangga melihat anaknya pintar dan berprestasi. Apalagi berprestasi baik didalam kelas maupun kegiatan-kegiatan diluar. Tapi siapa sangka, karena tuntutan orang tua yang terlalu fokus menyuruh anaknya belajar membuat, sang anak menjadi stres berat hingga rela membunuh orang tuanya sendiri.

Bagi orangtuanya, Jennifer Pan adalah "anak emas". Foto-fotonya yang mengenakan jubah wisuda dari sebuah SMA Katolik, kemudian lulus dari University of Toronto, Kanada yang terkemuka, dengan predikat sarjana farmasi, membuat Bich Ha dan Huei Hann Pan bangga bukan kepalang.

Tak mudah bagi pasangan itu untuk menyekolahkan 2 anak. Keduanya adalah bekas pengungsi asal Vietnam. Di tanah rantau, mereka harus bekerja keras sebagai buruh, demi masa depan buah hatinya.

Mereka sangat menghargai pendidikan. Mereka juga orangtua yang disiplin, cenderung keras, bagi Jennifer dan adiknya, Felix.

http://www.artisqq.com
Jennifer ( Anak Istimewa ) ~ ArtisQQ.com

Saat masih kecil, anak sulung itu sudah jadi kebanggaan. Gadis itu mengikuti les piano dan skating, serta bisa menguasai keduanya. Ia bahkan berharap bisa tampil di olimpiade, namun cedera ligamen mengakhiri mimpinya.

Jennifer juga berlatih bela diri dan perenang yang baik. Dan di luar kegiatan ekstrakulikuler, ia adalah pelajar teladan yang tekun belajar hingga larut malam. Pesta dan pacaran menjadi hal terlarang di rumahnya. Pendidikan adalah segalanya.

Namun, di balik semua hal mengesankan itu, tersembunyi kebohongan, kebencian, dan dendam yang kemudian menjurus pada tindakan mengerikan yang menghancurkan keluarga dan diri Jennifer: pembunuhan sadis.

Segala harapan orangtuanya ternyata membuat Jennifer merasa tertekan. Demikian seperti diungkap Washington Post.

Saat di kelas 8, Jennifer mulai lelah. Ia tak lagi antusias belajar. Nilainya pun mulai anjlok, perlahan kepercayaan dirinya kian pupus.

Untuk menutupinya, Jennifer mulai berbohong hingga kebohongan menjadi kebiasaannya. Dan gadis itu pun menjalani kehidupan ganda yang penuh kepalsuan dan penipuan.

Dalam sebuah artikel di Toronto Life, Karen K Ho -- yang kenal dengan keluarga Jennifer dan pernah satu sekolah dengannya -- memberikan petunjuk tentang masa lalu gadis teladan yang kemudian berubah jadi otak pembunuhan orangtuanya sendiri.

http://www.artisqq.com
Jennifer ~ ArtisQQ.com

Orangtua Jennifer mengira, putrinya adalah murid teladan, pelajar kelas "A". Namun, nyatanya ia hanyalah kelas "B".

Mendapatkan nilai B masih lumayan bagi siswa lain. Namun, di keluarga Jennifer merupakan itu aib.

Untuk menutupinya, Jennifer memalsukan raportnya, menutupi ketidakmampuannya. Meski demikian, nilainya masih lumayan, ia pun diterima di Ryerson University di Toronto. Namun, tak jadi mendapatkannya, gara-gara gagal dalam mata pelajaran kalkulus di akhir masa studinya.

Tak ingin mengecewakan orangtuanya, perempuan berkacamata itu berpura-pura kuliah. Ia mengaku akan belajar sains selama 2 tahun di Ryerson University, sebelum melanjutkan kuliah di jurusan farmasi di University of Toronto yang terkemuka.

Jennifer mengumpulkan buku-buku bekas, berbohong bahwa ia mendapatkan beasiswa sehingga orangtuanya tak curiga mengapa mereka tak pernah dimintai uang untuk membayar kuliah.

Tiap pagi Jennifer pamit kuliah pada orangtuanya. Namun, bukannya menuju kampus, ia pergi ke sebuah perpustakaan.

Tiba saat wisuda, gadis berambut hitam itu kembali ngibul dengan mengatakan, undangan yang dibagikan pada pihak orangtua terbatas.

http://www.artisqq.com
Orang Tua Jennifer ~ ArtisQQ.com

Kebohongan itu berjalan lancar, hingga suatu ketika Bich dan Hann curiga dengan perilaku putri mereka. Keduanya pun menguntit Jennifer -- yang mengaku bekerja di sebuah rumah sakit.

Saat dusta itu terungkap, tak hanya hati orangtuanya yang hancur. Jennifer pun makin tertekan. Bich dan Hann makin keras pada putrinya yang kala itu berusia dewasa.

Telepon genggam dilarang, komputer barang haram, Jennifer pun tak boleh berkencan dengan kekasihnya Daniel Wong. Bahkan, odometer atau penunjuk jarak pada mobil selalu dipantau.

Jennifer diperintahkan melanjutkan pendidikannya. Pengawasan ketat pun diberlakukan pada perempuan dewasa itu. Daniel kemudian memutuskan hubungan. Itu menjadi titik krisis baginya.

Setelah putus, Jennifer dekat dengan pria bernama Andrew Montemayor, teman sekolahnya saat SD. Ia pun mulai berpikir bagaimana untuk lepas dari segala tekanan.

Bersama Montemayor dan teman sekamar kekasih barunya itu, Ricardo Duncan, mereka merancang sebuah plot. Namun, apa yang mereka rancang hanya sekadar rencana hingga hubungan mereka bubar.

Jennifer pun dekat lagi dengan Daniel. Mereka berencana untuk menyewa tukang pukul. Untuk memberi pelajaran pada "orangtua yang dianggap terlalu mengekang".

Jennifer mendapatkan ponsel baru dari Daniel, juga kontak ke seorang pria bernama Lenford "Homeboy" Crawford -- yang meminta duit 10 ribu dolar Kanada untuk mengerjai orangtua perempuan itu.

Entah bagaimana awalnya, rencana itu menjadi plot pembunuhan. Merasa itu kelewatan, Daniel mundur.

http:www.artisqq.com
Jennifer ~ ArtisQQ.com

Suatu malam pada tahun 2010, Jennifer memutuskan untuk mengeksekusi rencananya. Kala itu, jarum jam menunjuk ke pukul 22.00. Crawford, Mylvaganam, dan pria ketiga bernama Eric Carty memasuki pintu depan rumah target. Mereka semua membawa senjata.

Bich dan Hann dipaksa turun ke lantai bawah. Kepala mereka ditutupi selimut.

Sang ayah, Hann ditembak 2 kali, salah satunya di bagian muka. Sementara ibunya, Bich ditembak 3 kali di kepala dan tewas seketika. Ajaibnya, Hann selamat dan mengingat semua yang terjadi pada momentum mengerikan itu.

Pada 2014, pengadilan atas kasus tersebut digelar. "Saat vonis bersalah dijatuhkan, Jennifer tak menunjukkan emosinya. Datar. Namun, saat awak media meninggalkan ruang sidang, ia menangis dan gemetar tak terkendali," demikian dikabarkan Toronto Life, seperti dikutip dari New.com.au, Selasa (28/7/2015).


Dengan dakwaan tingkat pertama, Jennifer divonis seumur hidup, tanpa kesempatan mengajukan pembebasan bersyarat selama 25 tahun. Ia berusia 28 tahun saat duduk sebagai pesakitan.

"Dan untuk dakwaan percobaan pembunuhan terhadap ayahnya, ia juga divonis menerima hukuman seumur hidup, yang akan dijalani secara bersamaan." Carty, Mylvaganam, dan Crawford masing-masing menerima hukuman serupa.


www.artisqq.com
www.artisqq.com Agent Judi Online Terbaik dan Terbesar Di Asia
AGENT JUDI TERBESAR DAN AGEN POKER TERPERCAYA 
1 ID 6 GAMES
Poker | Adu Q | Domino QQ | Bandar Poker | BandarQ | Capsa Susun