Partner Sejati Untuk Kartu Bersahabat www.ArtisQQ.com | STATUS BANK : BCA - ONLINE | MANDIRI - ONLINE | BNI - ONLINE| BRI - ONLINE | DANAMON - ONLINE

Hati welas asih melepaskan kura-kura


http://www.artisqq.org/?ref=011183

Hati welas asih melepaskan kura-kura, Menyelamatkan nyawa putra 16 tahun kemudian :

Di kota Jilong - Taiwan ada sebuah toko yang bernama “Yu Yuan Hao” (bersua jodoh bajik). Pemilik toko bernama Pak Lin terkenal sebagai orang yang sangat berbaik hati, penduduk di sekitar daerah itu kebanyakan hidup dengan menangkap ikan. Pada suatu hari, para nelayan dengan menggunakan jala telah menangkap seekor kura-kura besar yang nantinya diancang-ancang akan disembelih dan dagingnya untuk dijual. Pak Lin yang kebetulan lewat, melihat kura-kura laut yang sedang menanti disembelih tersebut mendongakkan kepalanya dan dijedot-jedotkan ke arah kerumunan orang banyak, kedua matanya mengucurkan air mata, seakan sedang memohon pertolongan.

Pak Tua Lin melihat kejadian ini sekonyong-konyong terbitlah rasa iba, tanpa menghiraukan sejumlah uang banyak yang dikeluarkan, ia kemudian membeli kura-kura laut tersebut, dan meminta bantuan orang untuk melepaskannya kembali ke laut lepas (fang sheng). Karena rasa khawatir ada yang akan menangkapnya kembali, maka pada cangkang kura-kura itu dituliskan 5 aksara : “Yu Yuan Hao Fang Sheng”, yang sama artinya memohon orang-orang di masa mendatang untuk menaruh belas kasihan, mengurungkan niat jahat, supaya kura-kura ini dapat memperoleh kesempatan hidup, janganlah melukai ataupun membunuhnya dengan semena-mena.

Setelah selesai ditulis, mereka pun melepaskan kura-kura laut tersebut, kerumunan orang banyak menyaksikan kura-kura ini timbul tenggelam di atas permukaan laut, seakan sedang bersembah sujud berterima kasih kepada Pak Tua Lin. Para penduduk sungguh terharu menyaksikan budi pekerti makhluk satwa ini. Oleh sebab ini semua warga serempak membuat perjanjian, jikalau suatu saat nanti kembali bersua dengan kura-kura laut besar ini maka tidak akan ditangkap, tidak akan disembelih, tidak akan dimakan. Slogan “Tiga Tidak” ini tentu saja ada beberapa individu yang berpikiran sebaliknya, dengan sorot mata sinis dan mencibir, betapa takhayul, duit tersia-siakan terbuang percuma.

Peristiwa ini berselang 16 tahun kemudian, putra kedua Pak Tua Lin yang telah lulus dari universitas Taipei jurusan manajemen, pulang kembali kampung halaman sewaktu masa-masa liburan dengan menumpangi kapal. Saat itu, dalam perjalanan pulang ke rumah kapal tersebut berhadapan dengan arus laut yang berlawanan, sungguh naas kapal yang ditumpangi ikut kandas dan tenggelam ke dalam laut. Di dalam kapal terdapat lebih dari 100 orang penumpang, di antaranya ada lebih dari 90 penumpang turut ditelan ombak lautan.

Saat kapal mulai tenggelam, terdengar jeritan histeris dimana-mana meminta pertolongan yang sungguh memekakkan telinga. Walaupun putra Pak Tua Lin bisa berenang sedikit, tetapi ombak lautan terlampau besar sehingga berulang kali masuk ke pusaran air laut, demikianlah ia bergumul dengan ombak laut yang ganas. Tiba-tiba dia merasakan badannya seperti ditopang terangkat ke atas oleh sebuah benda besar seperti bentuk meja bundar yang muncul dari arah bawah, sekali dipandang, ternyata dirinya sendiri sedang rebah di atas punggung kura-kura besar, diperhatikan dengan lebih seksama lagi, mulut kura-kura tersebut besarnya seperti wajah manusia saja. Ia terkejut bukan main, dia berpikir kali ini pasti tamatlah sudah riwayatnya di dalam perut kura-kura tersebut. Kemudian dia berencana membalikkan badan, terus lompat masuk ke dalam air, akan tetapi saat itu dirinya sendiri telah tiada bertenaga lagi untuk berontak.

Kemudian, entah sudah berjalan berapa lama, pada saat mau membalikkan badannya ia tak sengaja melihat, di atas punggung kura-kura laut itu ternyata ada tulisan 5 kata : “Yu Yuan Hao Fang Sheng”. Barulah dia tahu, ternyata inilah kura-kura yang dahulu dilepaskan sang ayah. Segera saja perasaan hati yang sebelumnya penuh duka nelangsa dan ketakutan yang amat sangat berubah menjadi rasa suka cita tak terhingga dan merasakan ketenteraman, ternyata kura-kura laut ini datang untuk menolong dirinya. Menyadari akan hal ini kemudian ia mendekap erat kura-kura laut tersebut, dan membiarkan dirinya dibawa di atas punggung kura-kura itu, sembari mulut melafalkan nama suci Buddha, memohon perlindungan keselamatan.



http://www.artisqq.org/?ref=011183
www.artisqq.com Agent Judi Online Terbaik dan Terbesar Di Asia
AGENT JUDI TERBESAR DAN AGEN POKER TERPERCAYA 
1 ID 6 GAMES
Poker | Adu Q | Domino QQ | Bandar Poker | BandarQ | Capsa Susun 

No comments:

Post a Comment