Partner Sejati Untuk Kartu Bersahabat www.ArtisQQ.com | STATUS BANK : BCA - ONLINE | MANDIRI - ONLINE | BNI - ONLINE| BRI - ONLINE | DANAMON - ONLINE

KALAU ANDA MASIH PUNYA HATI MOHON DI SEBARKAN.!! AGAR SAMPAI KE PEMERINTAH, UNTUK MEMBUKAKAN RASA PEDULI KEPADA RAKYAT YANG MEMBUTUHKAN..!! ~ ArtisQQ

ArtisQQ


Anggota Komisi VI DPR RI Nasril Bahar menilainya setahun pemerintahan Jokowi makin banyak mengagendakan program-program besar pembangunan infrastruktur yang prestisius, termasuk proyek pembangunan kereta cepat Jakarta – Bandung. Walau demikian, program prestisius itu lebih dekat pada proyek pencitraan.

“Pemerintahan Jokowi seolah menjelaskan bila proyek ini proyek pencitraan. Kita lihat bila apakah proyek ini bisa jadi fakta, dapat usai pada th. yang diperkirakan. Ini sesungguhnya jadi pertanyaan oleh orang-orang, ” terang Nasril saat dihubungi,

“Jadi ini (kereta cepat) proyek prestisius yang sesungguhnya sulit dalam alam fikiran kita dapat atau bisa terealisasi dalam kondisi keuangan negara kita yang sekian susah, ” sambungnya.

Menurut anggota Fraksi PAN itu, proyek-proyek prestisius kecuali kereta cepat yaitu maksud proyek listrik 35 ribu megawatt yang juga mengakibatkan pro serta kontra dikalangan orang-orang.

Bahkan, antar satu menteri dengan kementerian yang lain. Itu proyek tol Sumatera.

“Hampir semua, kami memperkirakan proyek-proyek ini bakal jalan mangkrak. Kita nampak pemikiran, mengapa tak diarahkan ke proyek lain yang lebih menghimpit untuk keperluan orang-orang kecil, ” kata dia.

“Seperti jalan, jembatan, anak-anak yang sekolah naik perahu, naik pohon serta pegangan tali untuk seberang jembatan. Mereka yang butuh jalan kaki lantaran angkutan umum tak dapat masuk, mengapa itu tak diprioritaskan kesitu, ” lebih Nasril.

Pembangunan infrastruktur, lanjutnya, harusnya didesain dalam taraf prioritas. Di cari mana yang seumpamanya menekan diperlukan beberapa orang serta mana yg tidak menekan. Serta, dalam kacamatanya proyek kereta cepat tak masuk dalam taraf prioritas disebut.

“Posisi hari ini, diliat apakah ini (kereta cepat) layak jadi proyek prioritas. Diliat dari pojok pandang mana kita memandangnya. Jika untuk menggerakkan ekonomi, saya katakan ini tidaklah prioritas, ” tuturnya.




No comments:

Post a Comment