Partner Sejati Untuk Kartu Bersahabat www.ArtisQQ.com | STATUS BANK : BCA - ONLINE | MANDIRI - ONLINE | BNI - ONLINE| BRI - ONLINE | DANAMON - ONLINE

Berita Terkini : Hanya Tuhan Dan Jessica Yang Tau Motif Pembunuhan Mirna



ArtisQQ, Setiap perbuatan pidana selalu diiringi motif kejahatan. Tersangka kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, hingga sampai detik ini polisi masih belum menemukan motif pembunuhan yang di lakukan oleh jessica kumala wongso.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Awi Setiyono menjelaskan, kasus pembunuhan Mirna merupakan kasus pembunuhan berencana. Karena itu, penyidik tidak memiliki kewajiban mencari motif pelaku.

Awi menjelaskan, sesuai pasal 340 KUHAP, kasus pembunuhan berencana juga tidak mengintruksikan dan memerintahkan penyidik mengejar keterangan dan barang bukti yang ada pada pelaku. Dia bilang, motif Jessica membunuh temannya, Mirna, bakal terungkap di sidang pengadilan.

“Tidak ada kewajiban moral penyidik mencari barang bukti dalam kasus pembunuhan berencana ini. Karena ada jangka waktu tertentu pelaku menghilangkan barang buktinya,” jelas dia.

Sebelumnya, tim kuasa hukum Jessica Kumala Wongso menganggap motif pembunuhan yang dijelaskan dalam surat dakwaan jaksa dangkal dan tak masuk akal. Pengacara pun meminta majelis hakim mengabulkan nota keberatan atau eksepsi Jessica Kumala Wongso.

Ketua Tim Kuasa Hukum Jessica, Otto Hasibuan, menemukan banyak keanehan dalam dakwaan JPU. Dan JPU pun menjelaskan motif pembunuhan Mirna simple dan tak masuk akal.

“Motifnya saja sangat simple sekali. Masa hanya karena katanya Mirna disuruh putus dengan pacarnya terjadi kasus ini. Dan Jessica datang khusus dari Sydney hanya karena ingin membunuh Mirna. Ini motif yang sangat dangkal dan tidak masuk akal,” kata Otto Hasibuan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu 15 Juni.

Tambah Otto, dakwaan pembunuhan berencana tidak tepat. Pasalnya, dalam pembunuhan berencana si pelaku sudah mengetahui terlebih dahulu tempat eksekusi. “Di kafe Olvier padahal yang biasa minum di situ Mirna dan suaminya. Jessica sendiri tidak pernah ke kafe itu,” jelas Otto

Kejanggalan berikutnya, Otto menemukan bahwa uraian JPU tidak dijelaskan dari mana sianida, kapan didapat, di mana dibeli, padahal yang didakwakan adalah pasal pembunuhan berencana. “Dakwaan ini sangat lemah,” tegas Otto

Selanjutnya, terkait visum et repertum yang menjelaskan dengan sendirinya suatu hal. Namun, dalam visum tersebut tidak menjelaskan kematian Mirna karena sianida. “Yang diteliti justru gelas sisa mirna yang terdapat sianidanya. Itu hal-hal yang janggal,” terang Otto

Jaksa Penuntut Umum Ardito Muwardi mengatakan terdakwa Jessica membunuh I Wayan Mirna Salihin karena sakit hati. Jessica marah dan sakit hati lantaran karena Mirna memintanya mengakhiri hubungan dengan sang kekasih pertengahan 2015.

Kejadian berawal ketika Mirna yang berteman dengan Jessica, Boon Juwita alias Hanie, dan Vera Rusli di Kampus Billy Blue College of Desain di Sidney, Australia, mengetahui masalah percintaan Jessica dengan pacarnya. Jesicca diminta memutuskan pacarnya karena, menurut Mirna, lelaki itu bukan orang baik.

Jessica yang sakit hati dan marah lantas memutus komunikasi dengan Mirna. Tak berselang lama, Jessica putus dengan pacarnya dan terbelit masalah hukum dengan kepolisian di Australia. Kejadian itu membuat Jessica semakin kesal dengan Mirna.

“Sehingga untuk membalas sakit hatinya tersebut, terdakwa merencanakan untuk menghilangkan nyawa korban Mirna,” ujar dia.

Mirna tewas usai meminum es kopi Vietnam di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Es kopi yang diminum Mirna saat kongkow bersama Jessica dan Hanie mengandung zat sianida. Hal itu terbukti berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium kepolisian.

Jessica ditetapkan sebagai tersangka kasus kematian Wayan Mirna Salihin, Rabu 6 Januari. Jessica disangka melanggar Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan Sengaja.



No comments:

Post a Comment